Personal Success

Aku Sudah Belajar Mengapa Belum Berubah? – Part 1

Anda Tidak Kurang Ilmu. Anda Kebanyakan “Memahami Tentang.” – Feroze Sandy S B

Suatu ketika seseorang mempertanyakan mengapa temannya yang sudah baca berbagai buku, mengikuti berbagai seminar bahkan sampai ke luar negeri dan ikut mentoring program dari dalam dan luar negeri  tapi hidupnya kok belum berubah alias masih jalan di tempat.

Ini membuat saya juga bertanya-tanya dan mengevaluasi diri sendiri apakah saya juga belum berubah.

Sepertinya saya mengenal betul fase tersebut dimana saya belajar banyak hal tapi hidup masih di situ-situ saja.

Ini seperti  sebuah  jebakan yang lebih halus dari toxic relationship sekalipun … lebih licin dari janji “mulai Senin deh gue berubah”…

Namanya: “memahami tentang.”

Dan ini yang dibedah diam-diam oleh David R. Hawkins dalam berbagai bukunya.

Kita akan mulai melihat dari yang paling awal yaitu …

Ilusi Paling Cerdas: Merasa Sudah Paham

Ketika seseorang menyadari ada perlu ditingkatkan dalam dirinya maka ini adalah sebuah fase penting dalam proses transformasi. Tetapi langkah berikutnya seringkali membutakan karena ada begitu banyak hal yang indah dan menggoda untuk dinikmati.

Apakah itu ? Kebutuhan ego untuk merasa dianggap hebat, dianggap tahu duluan, dianggap cerdas, diterima keberadaannya.

Kebutuhan-kebutuhan di atas bisa menggeser niat transformasi diri menjadi tindakan memoles kerapuhan diri. Bukannya memperbaiki pondasi yang bikin bangunan rapuh dan hampir roboh tapi malah menambal bagian yang rapuh agar tampak indah hehehe – di sinilah orang terjebak ke dalam ilusi paling nyata yaitu : saya sudah paham!

Sebelum melangkah lebih jauh saya ingin menekankan pentingnya sikap mental dalam membaca artikel ini sebagai pondasi paling dasar. Ini akan membebaskan diri dari ilusi di atas.

Apakah itu?

Ketika belajar seseorang bisa TANPA SADAR  memilih salah satu dari 2 kemungkinan besar berikut :

  1. “memahami tentang”
  2. “memahami”

Dalam keseluruhan proses ini saya ingin Anda berupaya untuk “memahami” karena ini akan membuat proses transformasi diri yang sesungguhnya berjalan dengan baik.

Oke … yuk kita bedah pelan-pelan namun pasti – sepasti langit yang selalu ada tanpa terganggu oleh keberadaan awan.

Sikap “memahami tentang” membuat seseorang :

  • bisa jelasin konsep
  • bisa memberi saran ke orang lain
  • bahkan bisa bikin konten bijak di media sosial hahaha

Tapi hidupnya … masih muter di pola yang sama.

Sementara sikap  “memahami” :

  • diam-diam bekerja
  • teori langsung dipraktekkan
  • setiap kata dan pemahaman dicerna hingga hidup berubah
  • setiap kesulitan diperlakukan sebagai data untuk melakukan perubahan strategi

tak pernah merasa gagal karena semua hasil dipandang sebagai  indikator tentang strategi yang dijalankan

Perbedaan Brutalnya seperti ini :

“Memahami tentang”                                   “Memahami”

Bicara dari pikiran logis                                 Hidup dari kesadaran mengalami

Butuh bukti logis                                             Sudah jadi bukti

Berubah kalau nyaman                                   Tetap berusaha walau tidak nyaman

Mudah tersinggung                                         Bahagia tanpa tergantung kondisi luar

Fokus pada respon orang lain                         Fokus pada tujuan akhir

Kenapa Banyak Orang Nyangkut di “Memahami tentang”?

Karena “memahami tentang” itu nyaman bagai menikmati teh di sore hari atau es kopi di tengah siang panas terik.

Ketika seseorang “memahami tentang” sesuatu maka dia :

  • terlihat pintar – sehingga diagungkan orang dan menjadi tempat bertanya
  • merasa berkembang tanpa harus berubah
  • merasa aman karena sudah punya senjata yang sudah tersedia – masalahnya adalah dia tidak pernah latihan menggunakan senjata itu

Sementara “memahami”… butuh satu hal yang sering dihindari dan tidak nyaman :

mengalami langsung kesulitan, ketidakterbiasaan dan ketidaknyamanan


Perenungan

Coba jujur:

“Di area hidup saya …… (keuangan, bisnis, kesehatan atau yang lain)  saya tenang karena sadar, atau tenang karena menghindari sesuatu yang tak nyaman?”

Kalau tenang karena menghindari sesuatu karena tak nyaman, tak berani konfrontasi, tak berani bertindak, tak berani menghadapi penolakan, tak berani menyampaikan ide atau gagasan … maka berhati-hatilah karena suatu hari pasti akan bertemu dengan sesuatu yang dihindari tersebut

Bisa jadi itu bukan “memahami”… itu cuma “memahami tentang.”


Sadari hal ini …

Anda tidak kekurangan buku
Anda tidak kekurangan seminar
Anda tidak kekurangan teori

Yang Anda butuhkan untuk menjadi lebih sehat, kaya raya, bahagia, berlimpah sudah ada dalam diri Anda

Anda hanya … terlalu lama nyaman di posisi “memahami tentang.”

“Berhenti koleksi pemahaman.

Mulailah berani mengalami.
Karena hidup tidak berubah saat Anda hanya paham tentang sesuatu…
tapi saat Anda tidak lagi bisa menghindari kebenaran yang sudah Anda rasakan.”

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana penerapannya dalam berbagai aspek hidup ? Ikuti di bagian selanjutnya yaaa … (bersambung)

Salam SKRB – sehat kaya raya bahagia

Feroze Sandy S. B.

Founder Academi Hipnoterapi Indonesia

Back to top button