Jumpa lagi di artikel lanjutan tentang komunikasi yang menghipnotis. Jika Anda belum membaca bagian pertama silakan klik link ini Komunikasi yang Menghipnotis bagian 1

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana mengarahkan pikiran bawah sadar seseorang dengan kalimat-kalimat berpola tertentu yang disesuaikan dengan cara orang merasa termotivasi. Mengapa pikiran bawah sadar? Pikiran bawah sadar Anda memegang peranan besar dalam penentuan keputusan. Dalam sesi hipnoterapi saya selalu berupaya bagaimana membuat klien masuk dalam kondisi hipnosis (atau biasa orang sebut hipnotis) dengan semulus mungkin tanpa perlawanan dari klien. Ini membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana klien memproses informasi dalam otaknya. Nah bagaimana caranya ?

Ternyata pikiran memiliki program tertentu dalam memproses sebuah instruksi. Kalau Anda perhatikan ada beberapa instruksi Anda yang dilakukan langsung oleh orang lain tapi ada juga yang tidak dilakukan walau Anda sudah berkali-kali menjelaskan keuntungannya.

Mengapa bisa begitu? Jawabannya sederhana. Kalau kata-kata Anda sesuai dengan program yang ada di pikiran orang lain maka dia akan langsung memprosesnya sedangkan jika tidak sesuai maka pikirannya tak mampu memprosesnya – akibatnya instruksi Anda mengalami penundaan dalam pelaksanaannya.

Oke salah satu program yang terkenal adalah program “mendekati – menjauhi”.

Apakah Anda pernah mengamati bahwa ketika Anda meminta anak Anda (atau bawahan Anda) untuk belajar dia sulit sekali tergerak. Tetapi ketika Anda “mengancam” dia langsung tergerak ? Atau ada juga yang sebaliknya saat diancam dia jadi tak bergerak dan saat diminta baik-baik langsung bergerak.

Kalimat dengan pola “mendekati” mengacu pada hal yang mau diraih atau diinginkan. Contoh kalimat dengan pola “mendekati” : bayangkan bagaimana nyamannya Anda saat masuk dalam kondisi relaksasi, tubuh Anda akan relaks dan semua otot mengendur sehingga saat nanti Anda buka mata tubuh akan terasa segar sekali.

Kalimat dengan pola “menjauhi’ mengacu pada hal yang ingin dijauhi atau dihindari dan biasanya bernada ancaman. Contoh kalimat dengan pola “menjauhi” : bayangkan bagaimana rasanya jika Anda tak berubah. Memang jika Anda tidak berubah Anda tak perlu upaya apapun … cukup mengulang semua kebiasaan buruk yang menciptakan masalah Anda. Namun Anda akan tetap memiliki masalah yang sama dan merugikan tersebut bahkan bisa jadi semakin parah … Anda bisa memulai perubahan itu dengan mengijinkan diri Anda relaks sekarang.

Nah bisa membedakan kedua pola kalimat di atas? Jika Anda terbalik menggunakannya pada klien maka yang terjadi adalah klien susah masuk ke dalam kondisi hipnotis. Hal yang sama terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Saat Anda mau meminta anak meminum obat dokter agar sembuh Anda bisa mengatakan pada tipe anak “mendekati” : Nak mau sembuh kan? Kalau kamu sembuh kita bisa jalan-jalan lagi lho ke pantai yang kamu suka. Asyik kan bermain-main di pantai? Ayo sekarang minum obatnya yaa? Dan kamu yang ingatkan setiap selesai makan untukk minum obatnya yaa?

Atau jika Anda mau memotivasi tim : teman-teman semua … bagaimana kalau di bulan Desember kita semua piknik ke ……….. Di sana kita bisa arung jeram melewati air terjun yag indah sekali dan juga panorama pegunungannya begitu indah. Jika setuju maka kita akan kerja sekarang untuk mencapai target penjualan Rp ………… dan begitu tercapai kita siapkan semua hal untuk piknik. Asyik kan?

Itulah pola kalimat “mendekati”. Jika Anda mendapati mereka tidak tergerak maka ada kemungkinan pikiran mereka tidak diprogram dengan cara seperti itu. Silakan gunakan kalimat dengan pola “menjauhi”.

“Nak … coba kamu bayangkan kalau sakit. Kamu tergeletak di kasur tak bisa kemana-mana. Papa dan adik pergi jalan-jalan sementara kamu ya harus tetap menunggu di kamar yang membosankan. Kalau kamu mau cepat sembuh maka minum obatnya yang teratur ya setiap kali selesai makan, oke?”

Atau jika untuk tim seperti kasus di atas, “Oke baiklah siapa-siapa yang akan tetap bertahan dalam tim ini akan ditentukan sampai bulan desember. Jika siapa yang tidak mencapai target penjualan maka terpaksa akan diminta mengundurkan diri dan keluar dengan baik-baik”.

Hahahaha … kalimat pola “menjauhi” seram banget ya. Semakin seram dan menakutkan bagi orang yang Anda tuju maka semakin dia bergerak dengan cepat. Tapi jika ancamannya tidak sesuai maka  dia tak akan termotivasi untuk bertindak.

Tipe “menjauhi” cukup banyak dijumpai di masyarakat. Karena dulunya miskin dan pernah dihina maka orang bekerja keras mencapai prestasi adalah contoh yang paling banyak terjadi. Untuk memotivasi atau menggerakkan orang tipe ini cukup diingatkan saja betapa sengsaranya tak punya uang untuk bayar ini itu dan betapa menderitanya dia dulunya hahahahaha … otomatis dia akan lari kencang dan tak sempat bermalas-malasan. Tapi ingat tidak semua orang bisa digerakkan dengan cara ini karena ada yang tipe “mendekati”.

Oke kita cukupkan bahas pola diatas walau sebenarnya banyak yang masih bisa diulik. Saya akan lanjutkan ke pola berikutnya yaitu pola “internal – eksternal”

Pola internal adalah pola dimana orang mengambil keputusan berdasarkan referensi dari dalam dirinya sendiri sedangkan pola eksternal mengambil referensi dari luar. Saya akan langsung ke contoh kalimatnya yaa supaya makin jelas.

Kalimat pola “internal” : baiklah sekarang Anda bisa memutuskan untuk merelakskan otot Anda sekarang atau nanti … Andalah satu-satunya orang yang bisa memutuskan untuk mengalami relaksasi ini demi kebaikan Anda sendiri.

Nah jelas kan sekarang? Orang dengan pola “internal” jangan terlalu didesak untuk membuat keputusan. Kalau dia didesak maka dia akan skeptis dan menutup diri. Pernah bertemu dengan kasus seperti ini??

Sekarang perhatikan contoh kalimat untuk pola “eksternal” : banyak orang yang sudah membuktikan bahwa saat dalam kondisi relaksasi tubuh akan menjadi nyaman dan pikiran kembali menjadi jernih … demikian pula dengan Anda

Nah lihat saya menggunakan acuan dari luar diri klien ( … banyak orang sudah membuktikan …) untuk mendorong dia segera mengambil keputusan merelakskan dirinya masuk dalam kondisi hipnotis yang nyaman.

Ingat bahwa kalimat dengan pola “eksternal” ini tidak sama dengan membandingkan lho. Ini bukan seperti “Lihat dia … kalau dia bisa maka Anda pun juga bisa”. Sepintas memang mirip dimana kerangka acuannya dari luar diri tapi membandingkan akan membuat orang tersinggung dan direndahkan. Ini bukan cara yang baik. Untuk menggunakan kerangka acuan luar Anda gunakan sekelompok orang sebagai referensinya.

Contohnya adalah : banyak orang sudah membuktikan bahwa … atau berdasarkan apa yang dikatakan oleh filsuf … atau berdasarkan penelitian dari … atau pada jaman dahulu orang biasa menggunakan … atau coba Anda ingat dan perhatikan bagaimana anak kecil bisa begitu cepat melepaskan emosi negatifnya saat bertengkar dengan temannya

Nah perhatikan contoh frase diatas memang membandingkan tapi tidak akan menyinggung ego seseorang, betul bukan? Karena yang dibandingkan bukan personal seseorang tapi sebuah peristiwa atau sekelompok orang. Ingat tujuannya kita hanya mau orang melihat sebuah data yang telah terjadi di luar dirinya agar ia bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Asyik bukan belajar tentang hal ini … masih mau belajar lagi lebih dalam ??

Nantikan di edisi berikutnya yaa … Pastikan Share tulisan ini pada teman Anda jika memang berguna dan bisa membantu, boleh yaa?

 

 

Salam hebat untuk Anda

Ariesandi S., CHt

www.ariesandi.com

Share This