Sewaktu memberikan pelatihan saya sering ditanya para peserta bagaimana caranya menghadapi situasi yang tidak mendukung padahal dalam diri ada keinginan besar untuk meraih prestasi.

Saya lalu bertanya penghalangnya apa untuk berprestasi kalau memang dari dalam diri sudah ada keinginan seperti itu. Dan jawaban yang muncul bisa beragam seperti :

  • Percuma saya berprestasi karena atasan tak pernah menghargai upaya apapun dari bawahannya
  • Pelanggan selalu menuntut lebih baik tapi tak mau bayar lebih
  • Bisnis kecil mau berupaya apapun pasti gagal karena sudah ada raksasa besar yang menguasai pasar
  • Kalau saya melakukan upaya lebih besar selalu ada kompetitor yang modalnya lebih kuat sehingga akhirnya percuma saja usaha saya
  • Kalau saya melakukan upaya lebih belum tentu diharagai bahkan yang lebih sering itu diakui sebagai prestasi sendiri oleh atasan saya
  • Di tempat kerja saya banyak yang iri dan kepo … kalau ada orang yang berupaya lebih baik maka digosipkan macam-macam jadi lebih baik saya ikut arus saja
  • Atasan saya tak pernah memberikan arahan dalam bekerja, kami hanya diberitahu garis besar tugas kami lalu dibiarkan mencari cara sendiri dan kalau salah ditegur dan diberi surat peringatan
  • Saya hanya bertahan saja di tempat kerja ini dan melakukan seperti yang ditugaskan saja karena susah cari kerja lagi … nanti kalau sudah ada yang lebih baik saya segera keluar
  • Orang-orang terdekat saya kurang memberikan dukungan sehingga saya merasa berat menjalankan bisnis
  • Dunia bisnis kotor dan jika mau sukses besar harus bermain curang

Dan banyak lagi keluhan semacam itu yang dilontarkan. Apakah Anda familiar dengan pemikiran-pemikiran di atas?

Ya … pemikiran di atas sepintas tampak benar tapi sebenarnya hal itu menghambat prestasi seseorang. Orang yang paling dirugikan adalah yang memiliki pikiran tersebut.

Di dalam kelas-kelas hipnoterapi kami mengajarkan tentang bagaimana otak bekerja dan memproses stimulan dari luar untuk memengaruhi ritme kerja tubuh. Apa yang dominan di otak akan diproses menjadi realita fisik.

Saat pemikiran negatif muncul maka hal itu memicu hormon merugikan dilepaskan ke dalam darah dan akibatnya sistem terganggu. Hal yang nampak di luar adalah bahasa tubuh negatif yang akan diterima oleh orang-orang di sekitar Anda. Semuanya terjadi begitu cepat dan begitu halusnya sehingga tak terdeteksi oleh mata telanjang.

Saat pemikiran negatif itu terus ada dalam diri seseorang berhari-hari bahkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan karena ia harus masuk di tempat kerja yang sama setiap harinya maka ketidakbahagiaan akan muncul dan biasanya itu menarik kejadian-kejadian buruk dalam kehidupan sehari-hari.

Satu-satunya pilihan untuk melepaskan diri dari situasi seperti itu adalah dengan bersikap positif. Yaa…itu berat sekali kalau Anda ditempatkan dalam situasi negatif di sekeliling. Saya bisa memahaminya karena saya pernah merasakan hal seperti itu.Namun bersikap apatis dan negatif seperti kalimat-kalimat curhatan di atas malah memperburuk situasi Anda.

Ada sebuah cerita dimana ada sebutir mutiara tergeletak di tempat sampah yang jorok dan bau. Sampai suatu ketika ada seseorang yang mengangkut sampah-sampah tadi dan tanpa sengaja mutiara yang berkilau itu tertimpa sinar matahari. Karena ada kilauan yang lain dari biasanya sang pengangkut sampah jadi ingin tahu benda apakah yang bersinar indah itu.

Lalu diambilnya mutiara tadi dan ia kaget karena itu adalah sebutir mutiara yang sangat mahal harganya. Ia pergi ke seorang saudagar kaya dan menjual mutiara itu karena ia membutuhkan uang untuk hidupnya sehari-hari dan menambah modal usaha kecil-kecilan yang ia jalankan bersama istrinya.

Singkat cerita sang pengangkut sampah mendapatkan uang banyak dan berhasil membesarkan usahanya. Dan mutiara yang indah berkilau itu kini pun berada di tempat yang pantas di rumah mewah sang saudagar menjadi tontonan teman-teman sang saudagar yang mengagumi sinarnya.

Mutiara tetaplah mutiara walau ia berada di tempat sampah. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai seseorang menemukannya dan memindahkannya ke tempat yang lebih pantas dan bernilai tinggi.

Demikian pula dengan Anda semua. Poleslah diri Anda sehingga menjadi mutiara yang berkilau. Dan walau Anda berada di lingkungan yang tidak menghargai Anda akan ada seseorang yang bisa menemukan Anda karena sinar Anda berkilau sampai jauh.

Nah untuk itu bagaimana menjadikan diri Anda sebagai sebutir mutiara yang berkilau indah?

Berikut saya sampaikan TUJUH TIPS KUNCI :

1. Kelola emosi Anda

Dalam pelajaran tentang hipnoterapi maka emosi adalah materi utama yang harus dikuasai. Emosi yang saya maksud di sini adalah kumpulan perasaan yang bisa bernilai positif atau negatif. Emosi positif adalah cinta, bahagia, perasaan diterima atau perasaan gembira sedangkan emosi negatif adalah perasaan marah, benci, iri, tak berdaya, tak berguna dan lain-lain.

Jika Anda memiliki banyak emosi positif maka Anda bisa berpikir jernih dan bertindak bijak. Jika tidak maka muncul perilaku aneh sebagai upaya memenuhi emosi negatif tadi.

Emosi negatif seperti ranjau. Bisa meledak sewaktu-waktu jika terinjak hahahhaha. Memangnya enak berada di tempat yang berisi ranjau? Pasti tak nyaman karena harus senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Akibatanya terjadilah ketegangan tersembunyi. Begitulah jika berada di tempat yang berisi orang-orang yang emosi negatifnya masih banyak. Orang di sekitarnya pasti merasa tertekan. Jika mereka punya pilihan untuk menjauh maka cepat atau lambat mereka akan menjauh dari ranjau seperti ini. Orang-orang sukses yang dihormati adalah orang-orang yang bisa mengelola emosinya dengan baik.

Saat saya mengatakan mengelola emosi itu berbeda dengan menyangkal atau menekan dan menguburnya dalam-dalam. Mengelola emosi terkadang membuat Anda harus menahan dan mencari pilihan lain yang lebih bijak untuk membentuk orang lain dengan dasar pemikiran, “apa yang dibutuhkan oleh tim saya” atau “apa yang dibutuhkan oleh orang lain” BUKAN SEMATA-MATA, “apa yang bisa membuat saya merasa lebih baik”. Dan ini juga bukan hanya semata-mata menyenangkan orang lain walau Anda menderita. Ini adalah tentang  bagaimana caranya membuat orang lain memahami sudut pandang Anda tetapi mereka merasa itu adalah ide mereka sendiri.

2. Kelola waktu yang Anda miliki

Mengelola waktu sebenarnya adalah mengelola diri sendiri. Hal ini bisa menjadi tantangan berat jika Anda berada di posisi menengah dalam sebuah lingkungan atau organisasi dimana level di atasnya tidak menerapkan satu aturan baku yang disepakati bersama. Orang yang berada di jajaran atas biasanya tak bisa menunggu lama kalau menginginkan sesuatu. Sementara itu orang di level manajemen bawah biasanya bekerja dengan hitungan jam. Artinya jika jam kerjanya selesai maka mereka pulang. Tinggallah orang di level menengah. Karena itu pengelolaan diri dan waktu sangatlah penting untuk dikuasai.

Saya mengatakan pengelolaan diri karena pada dasarnya waktu itu sudah tetap sama yaitu 24 jam. Yang sering mengganggu adalah komitmen untuk bekerja dengan efektif. Seringkali seseorang sudah menjadwalkan melakukan sesuatu namun kemudian ia tak bisa menahan diri untuk browsing internet atau chatting dengan temannya di media sosial. Akibatnya waktu yang dijadwalkan untuk melakukan sebuah tugas berlalu begitu saja.

Anda akan menghargai waktu sampai ketika Anda mampu menghargai diri Anda sendiri. Jika Anda memandang diri Anda berharga maka Anda akan memandang setiap waktu yang dianugerahkan Sang Pencipta adalah berharga.

(bersambung … )

 

Ariesandi S.,CHt

www.ariesandi.com

Share This