Di dalam kelas certified hipnotist yang saya adakan seorang ibu mengeluhkan tentang sulitnya memberi nasehat pada anaknya. Bahkan rasanya masalah anaknya makin menjadi-jadi bukannya malah berkurang.

Saya pun menanyakan apa yang dikatakan sang ibu pada anaknya tentang masalahnya tersebut. Dan sang ibu memberikan contoh : “Nak kamu jangan malas belajar dan jangan main game terus gitu dong.”, “kenapa sih kamu itu selalu membantah orangtua kalau dinasehati?”, “kalau bangun jangan siang-siang kan jadinya kamu harus buru-buru berangkat sekolahnya. Makanya jangan main game sampai larut malam. Kamu bisa diberitahu atau tidak sih, kok bandel sekali!”

Saya pun kemudian tersenyum dan mengatakan bahwa pantas saja anak ibu jadi tambah malas dan berperilaku yang sebaliknya dari yang Ibu harapkan karena kata-kata ibu lah yang malah menjadi sugesti untuk menguatkan perilaku buruk anak tersebut”.

Lalu sang ibu kaget dan malah bertanya, “Lho kata-kata yang mana ya? Kan kata-kata saya benar kan Pak?”

Saya pun menjawab, “Secara arti bahasa Indonesia kata-kata Ibu benar. Namun secara BAHASA PIKIRAN kata-kata ibu tidak sesuai dengan mekanime pikiran. Pikiran memiliki bahasa pemrograman sendiri untuk mengolah informasi yang masuk dan memprosesnya menjadi sebuah pemahaman. Pemahamn akan menghasilkan sebuah keputusan dan keputusan akan menentukan perilaku atau tindakan seseorang”

Kata-kata bisa menjadi sebuah sugesti hipnotis. Apalagi kata-kata itu sering diulang dan diucapkan oleh orang yang memiliki otoritas dalam hal ini adalah orangtua maka kata-kata itu akan lebih cepat menancap masuk dalam memori jangka panjang dan tersimpan di pikiran bawah sadar – menjadi cetak biru masa depan anak.

Berhati-hatilah dengan kata-kata Anda – terutama pada anak Anda sendiri – karena jika Anda tak memahami mekanisme pikiran maka kata-kata Anda malah menjadi sugesti hipnotis yang merugikan untuk masa depannya.

Share This