Pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Adi W Gunawan, Pak Ariesandi S. Mereka yang telah membagikan ilmu kepada saya sehingga saya dapat menerapkan ilmu LOA tersebut ke dalam skripsi dan mendapatkan nilai yang luar biasa " A"
Terima kasih kepada Cece Ely Susanti dan Cece Eva yang telah memberikan motivasi kepada saya sehingga saya dapat sukses dalam Skripsi saya.
Saya pernah ikut di Supercamp 3 dan Supercamp 4 di Trawas.
Terima Kasih
Salam
Hardianto Chandra
Surabaya
Hi Magneters & para suhu,
saya alumnus SC X yang baru lalu. Sebenarnya termasuk salah satu yang "kok saya gak dapet apa2 yah?" selama sesi kemarin. Suatu antiklimaks dari semangat & harapan yang menggebu-gebu waktu memutuskan untuk mengikuti SC ini setelah membaca sekian banyak buku kedua suhu itu. Tapi saya teruskan & pasrahkan saja, coba untuk mengikuti saja apa yang diajarkan, seperti nasehat mas Aries waktu di puncak "gak usah khawatir, bawah sadar kita merekam semuanya dengan sempurna".
Anyway, saya sedikit share mengenai apa yang saya alami setelah pulang dari SC dan saya coba praktekan rekening Bank Mental, dan hasilnya bener2 luar biasa. Salah satu afirmasi yang saya tulis di buku RBM adalah bahwa saya memutuskan untuk mempunyai income per bulan sebesar suatu angka yang kira2 175% dari salary rutin saya.Itu baru kira2 1,5 minggu yang lalu, dan saat ini saya baru sadar bahwa saya hanya 10% jaraknya dari angka tersebut, dan itu semua terjadi dengan berbagai mekanisme "kebetulan". Luar biasa, it is really working!!
.........
Best Regards,
Henry Sutjipto
Jakarta
Kilas balik kebelakang saya dan istri serta rekan2 sekantor (kita ber-4) adalah peserta SuperCamp 8, (tgl 10-12 Agustus 2007) di Salatiga, mungkin kami termasuk peserta yang jauh karena kita berasal dari Banjarmasin. Sebelum seminar dimulai, kami peserta seminar diminta mengisi semacam kuisioner, termasuk didalamnya target keuangan yang dinginkan, saya menuliskan target keuangan jangka pendek, dan menengah. Jangka panjang belum saya isi karena saya tidak mendapatkan feel yang pas sehingga tidak saya teruskan dulu (Jadi PR saya).
Target jangka pendek saya dalam hal keuangan adalah "PUNYA TABUNGAN 100 JUTA PALING LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA", trus saya kasih catatan kecil "kalau tercapai, kita ingin jalan2 ke-bali akhir tahun he he he" istri saya bilang "enaknya jalan2 ke bromo tuh" trus kita ketawa2 geli saja.. soalnya memang kenyataannya saat itu kita punya tabungan setengahnya saja nggak ada. Kalau dijumlahkan dengan hutangnya saya wah mungkin sudah pas 100 jt kali. hahaha
Target itu saya perlihatkan dengan rekan saya (sambil senyum lebar nggak percaya diri), biar dia juga liat nggak apa2 toh saya pikir sharing sesuatu yang kita belum punya, teman saya yang meralat target saya sehingga bunyinya menjadi :
PUNYA TABUNGAN MINIMAL 100 JUTA ATAU LEBIH
PALING LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA
Kedengarannya jauh lebih baik. Dan jadilah itu target keuangan jangka pendek saya.Selama SC, saya dan beberapa rekan yang lain (semeja) mungkin termasuk dalam kelompok yang susah untuk tersugesti (Tipe A), walaupun dalam penilaian yang diberikan oleh Pak Aries saya justru masuk Tipe B (bisa disugesti tanpa alasan), sehingga kebanyakan saya hanya "blank" saja dalam beberapa sesi terapi (biasanya kita selalu bandingkan kiri kanan rekan2 semeja), "gimana tadi rasanya pak ?" - teman yang dari jawa jawabnya "nggak ono opo2" ( tidak terjadi apa-apa), waduh untung ngerti dikit , "ketemu mental bloknya pak ?", "gelap eui" he he he
Namun dalam SC saya diajarkan bahwa banyak hal sederhana seperti bagaimana perasaan bahagia dan syukur sebenarnya HARUSNYA mudah dan milik kita semua apabila kita bisa merubah cara dan sudut pandang kita terhadap sesuatu (baca : keyakinan kita). Dalam NLP kita menyebutnya reframing (membingkai kembali). Seandainya saya bisa menggambarkan bahwa saat itu perasaan bersyukur dan bahagianya saya sangat dalam sekali karena mendapat pencerahan makna bahagia dan syukur yang kadang2 kita sendiri yang mempersulitnya hadir dalam kehidupan kita.
Apalagi saya memang memiliki latar belakang kehidupan yang tidak mudah, sejak usia +/- 15 tahun saya sudah yatim dan miskin kasih sayang dari keluarga namun keadaan
memaksa harus mandiri sepenuhnya;
Setelah dari SC Salatiga, kami kembali ke Jogjakarta malam itu juga, kita menginap semalam disana sebelum saya dan rekan2 kembali ke banjarmasin transit melalui surabaya, istri akan pulang ke Jakarta karena ingin kangen2an dengan orang tuanya; Malam di Jogjakarta sebelum pulang, saya jalan2 dengan istri, ngobrol soal soal target jangka pendek yang saya ceritakan sebelumnya. "Kayaknya enak ya kalau kita tahun ini dah punya tabungan begitu","Menghayal kaleeee.... Aminnn" ujar istri saya, yang jelas kita banyak perasaan gelinya, ketawa2 kayak orang miring dikit, saya nggak tau apakah geli juga merupakan golongan perasaan yang enak ? he he
Kembali ke Banjarmasin, mulailah "kebetulan" yang banyak terjadi, dalam seminggu itu banyak sekali "kebetulan" yang terjadi, Teman yang pinjam uang dari dan saya anggap dah hilang/gak mungkin bayar tiba tiba menghubungi dan membayar lunas hutangnya plus saya dipaksa menerima tambahan dari dia, dia bilang imbalan terima kasih, Kemudian ada teman ngasih kerjaan order komputer, dapat uang lagi, "kebetulan" ada teman minta buatkan program komputer (tailor software) eh dapat uang lagi, dapat sedikit tambahan dari kantor - uang lagi, relasi tiba2 aja minta nomor rekening, dapatuang lagi. Sumber2 yang diluar dugaan justru banyak memberikan permasukan. Saya sendiri mulai dari perasaan geli tidak percaya, sampai jadi terheran heran sendiri.
Seminggu kemudian istri saya pulang dari Jakarta, katanya juga mau nabung, keuangan kami memang dipegang istri, dia terheran heran melihat saldo buku tabungan kami ketika di print, saldo saat itu hanya kurang dari 2 juta lagi dah tercapai 100 jt. Saya sendiri heran, kalau Target Jangka Pendek saya bisa tercapai secepat itu. Bahkan Tahun 2007 masih ada 5 bulan lagi, saya menghitung secara rasional mungkin bisa, namun hasilnya justru tidak logis seperti halnya "kebetulan kebetulan" yang saya alami.
Apakah focus saya uang? saya tidak mengatakan TIDAK, tapi ada aspek terpenting yang saya dahulukan dari focus seperti Uang, Kesejahteraan, Kelimpahan, Kesehatan dll... yaitu saya sekarang bisa ber-SYUKUR dulu.
Maksudnya saya tidak focus ketujuan KEMUDIAN baru merasa enak dan nyaman. Tapi saya merasa enak dan nyaman dulu karena bersyukur dan bahagia, uang hanyalah apa yang ada dibalik target; walaupun sepintas saya memang focus ke Uang/niat mendapatkan uang, tapi sebenarnya saya lebih banyak memikirkan kesenangan apabila benar2 akhir tahun nanti saya bisa mandi dipantai kuta bali ha ha ha... dan cara yang paling mudah untuk merasa enak dan nyaman, saya bersyukur dan berbahagia.
Sebagai seorang muslim, saya diajarkan untuk selalu bersyukur, dan sesuai Firman Allah, "Apabila Kamu Bersyukur, Niscaya akan Aku Tambahkan Nikmat Padamu", namun terkadang kita tidak bisa bersyukur dengan Tulus dan Jujur, karena kita lebih menomorsatukan Keinginan, sehingga energi kita justru habis oleh hasrat keinginan (Desire) dan kita diperbudak oleh keinginan itu. (Bisa dilihat di level energi pada buku BaMM).
Semoga sedikit cerita saya bisa berguna bagi kita semua.-
Halo Halo.. Hai Hai... Bagaimana Rasanya ... "UENAKKK TENANNN"
Salam
Henry - Banjarmasin